Narasi Sejarah Di Dalam Lirik Lagu

musicbiz101wp.com – Narasi sejerah di dalam lirik lagu dengan peneliti asing sudah lama memakai music sebagai narasi sejarah, hal tersebut terbutik dengan musik tembang jawa pada periode mataram yang seperti dilakukan Ricklefs saat meneliti sejarah jawa.

Kalau begitu dengan kemudahan teknologi saat ini and sembari ngabuburit yang di tambah pengetahuan, seperti Ricklefs kita ingin tahu ribuan tahun lalu apakah lagu sudah ada.

Voila, di laman pramborsfm dijelaskan untuk Trevor Homer dalam bukunya yang berjudul The Book of Origin, lagu pertama yang diciptakan manusia adalah Himne Suriah dengan judul Hymn to Creation.

Diperkirakan lagu itu dibuat sekitar 3.400-4.000 tahun silam yang ditulis dalam bahasa Cuneiform, merupakan bahasa tulis pertama dalam sejarah manusia yang digunakan oleh bangsa Sumeria yang diketahui tinggal bagian tenggara Mesopotamia di sekitar 5000 tahun lampau.
Meski lagu pertama diciptaan bangsa sumeria namun di dalam buku tersebut dikatakan pula jika orang Yunani lah yang pertama kali mengembangkan sistem simbol atau notasi untuk mencatat musik, tersusun dari dua sistem huruf berbeda and notasi untuk instrumen serta notasi untuk musik vokal.

Di IndonesiaKi

Lanyas bagaimana dengan di Indonesia and apakah bisa menggunakan lagu untuk mencari tahu tantang sejarah, kondisi di masa lalu.

Dosen sejarah sekaligus guru besar fakultas budaya (FIB) Universitas airlangga, purnawan basundoro dalam laman kominfo jawa timur yang menyatakan salah satu sumber sejarah bisa melalui lirik lagu.

Lagu pop yang meski banyak tema percintaan dengan selalu ada lagu yang membahas tentang realitas and mulau peristiwa sejarah and terkini di masyarakat and sehingga yang menjadi perhatikan publik, prof basundoro mengkategorikan sebagai belada.

Seperti era tahu 1950 sampai 1980an and banyak lagu yang diciptakan berisikan realitas, kejadian pada masa lalu yang memotret and mencerminkan kehidupan mastarakat saat itu.

Nama-nama berikut yang kita kenal sebagai pencipta atau penyanyi lahu balada di antaranya, Iwan Fals, Rita ruby, Ully sigar, benyamin s, Ebiet G, Jane dan Franky sampai Rhoma irama.

Wah ternyata untuk lantas rekaman masa lalu seperti apa yang bisa kita ketahui dari karya mereka semuanya. untuk yang pertama pemanfaatan sejarah orang kecil atau pinggiran and seperti tukang becak and ibu soed (aridjah niung) kalau ada yang ingat and pernah juga menyanyikan lagu tukang, termasuk Benyamin and Ebiet.

Suatu saat jika kita ingin menulis tentang sejarah transportasi Jakarta, bisa memulainya dari lagu ibu sied tadi. lagu becak ibu soed yang ceria jelas bertolak belakang dengan lagu eck benyamin sueb dengan ebiet cenderung untuk lagu yang bernada solidaritas and penderitaan profesi tukang becak.

Relevan Dengan Zamannya

Kedua yang bisa mendapatkan info tentang sejarah kecelakaan transportasi prof basundoro berujar jika bahasan tersebut jarang di teliti oleh sejarawan. Padahal untuk seharah dapat kita temukan di dalam lagu-lagu yang relevan untuk panduan menulis sejarah kecelakaan transportasi, seperti lagu awan fals berjudul 1910.

Lagu tersebut mengisahkan bagaimana kecelakaan kereta api di bintaro and yakin tabrakan KA 225 and KA 220 pada 19 oktober 1987 yang berawal dari sana, kita bisa merunutunya hingga bisa mengerti proses kejadiannya imbuh prof basundoro.

Iwan fals juga menulis lagu tentang peristiwa tampomas II yang berjudul celoteh camar tolol and cemar. terinspirasi dari peristiwa besar yang cukup kontroversial and belum diungkap dengan jelas and Ebiet G ade juga menuliskannya menjadi lagu berjudul disebuah tragedy 1981, melalui potret nakhoda kapal tampomas bernama ahmad rifai yang diceritakan sangat hebat.

Dalam kondisi kritis tidak menghiraukan keselamatan dari sendiri namun malah memberikan pelampung kepada awak kapal lainnya, sementara dia memilih bertahan di kapal tersebut hingga tenggelam bersamanya.

Prof basundoro juga berpesan lagu punya kejadian historis yang menarik untuk kita ungkap and terutama melalui lirik-liriknya, dengan memanfaatkan lagu saat memahami lirik dapat membuat isi and perspektif narasi sejarah yang kita tulis jadi lebih luas lagi pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *